wallpaper tembok

Seperti yang kita ketahui, sejak lama bahwa rumah-rumah di Indonesia pada umumnya terbuat dari batu bata yang dilapis semen lalu dipoles dengan plasteran, acian, plamir, dan cat dinding sebagai finishingnya.

Pemilihan warna cat yang beragam digemari oleh sebagian besar orang, namun hal tersebut akan terlihat membosankan bagi sebagian orang yang menginginkan konsep interior yang unik.

Bata Ekspos, yap! Konsep unfinished seperti bangunan-bangunan di eropa ini ternyata masih populer lho sampai sekarang. Selain unik, konsep bata ekspos dapat meminimalisir biaya.

Banyak sekali pemilik rumah yang ingin merenovasi rumahnya tetapi takut akan budget yang terlalu besar. Sebenarnya banyak sekali cara memangkas biaya tanpa mengurangi kualitas.

Tertarik untuk menerapkannya? Simak dulu kelebihan dan kelemahannya!

Kelebihan desain dinding bata ekspos

batu alam

  • Dinding bata ekspos memberi nuansa industrial modern, sebagaimana konsep interior ini sedang marak-maraknya diterapkan oleh keluarga-keluarga baru dan cafe-cafe tempat anak muda nongkrong
  • Menghemat biaya karena Anda tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk cat, plamir, acian, dan plasteran
  • Dinding bata ekspos bersifat netral, sangat mudah dipadukan dengan model furnitur apapun
  • Memberikan kesan hangat pada ruangan
  • Memberikan nuansa klasik pada hunian rumah Anda

Banyak kan kelebihannya? Semakin tertarik untuk menerapkannya, bukan?

Eits… tapi tunggu dulu, dibalik kelebihan dari bata ekspos, tentu ada pula kelemahannya.

Kekurangan desain dinding bata ekspos

dinding batu alam

Kelemahan yang paling utama terasa adalah saat Anda baru saja membeli rumah second, dimana desain dindingnya sudah dalam keadaan diplaster, aci, plamir, dan dicat.

Tentu Anda harus membongkar dari awal dan memakan cukup banyak biaya. Selain itu, adapula kekurangan lain dari dinding bata ekspos.

  • Dinding dari rumah second yang Anda rombak, berpotensi mudah retak jika diubah menjadi bata ekspos, serta rawan debu yang dapat mengganggu pernafasan keluarga tercinta
  • Mudah lembab, karena tidak ada lapisan yang melindungi bata dari kelembaban udara
  • Cenderung lebih mudah terkikis atau kurang awet
  • Sedikit akan menyulitkan bila Anda ingin memasang wall decor atau benda apapun yang digantung di dinding

Lalu apa yang harus dilakukan jika tertarik dengan desain dinding bata ekspos?

Sebenarnya kekurangan ini bisa di minimalisir jika di rumah Anda tidak berada di kawasan yang lembab.

Sebaiknya  jika Anda ingin hasilnya terlihat lebih menawan, Anda bisa menghubungi penyedia jasa profesional seperti arsitek yang memang lebih paham mengenai struktur rumah Anda, apakah layak atau tidak bila menerapkan konsep bata ekspos.

Desain dinding bata ekspos ini memang keren dan masih populer hingga sekarang, tapi tetap harus dipikirkan matang-matang ya sebelum mulai merenovasi rumah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here